Sambut Tahun Baru, Pokdarwis Sumber Canting Gelar Rapat Persiapan


PPID, (Sumbercanting) – menyambut tahun baru 2018 yang tinggal menghitung hari, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Sumber Canting kecamatan Wringin Bondowoso menggelar rapat persiapan.

Ketua Pokdarwis Sumber Canting, Sugiyono dalam sambutannya mengatakan bahwa Pentingnya persiapan tersebut.

“Persiapan ini penting, karena kalau tahun baru masyarakat matoritas akan liburan, dan salah satu tujuan liburannya ke wisata,” ujarnya. Rabu (13/12/17).

Lebih lanjut, Sugiyono juga mengatakan bahwa pentingnya keamanan wisatawan.

“Yang terpenting nanti kita sebagai Pokdarwis harus mengawal betul masalah keamanan pengunjung, agar wisata kita, baik Puncak Scorpio, Pemandangan Arak-Arak, dan Kraton Potreh Koning tidak mempunyai kesan jelek di mata masyarakat,” katanya.

Pada tahun baru 2018 kata Sugiyono, wisata yang ada di desa Sumber Canting akan di kemas semenarik mungkin.

“Hal ini kita lakukan agar pengunjung betah di wisata kita, dan mereka punya kesan menarik setelah pulang dari Sumber Canting,” tambahnya.

Masalah karcis masuk, pengunjung tidak perlu khawatir, karena tidak perlu merogoh kocek terlalu mahal.

“Untuk karcis masuk, di semua wisata yang ada di Sumber Canting kita tetapkan hanya penitipan kendaraan atau parkir saja,” akhirnya.

Desa Sumber Canting Gelar Pelatihan Dan Berikan Alat Pertukangan Untuk Meningkatkan Hasil Mebel


PPID, (Sumbercanting) – Untuk meningkatkan kualitas hasil mebel, desa Sumber Canting kecamatan Wringin menggelar pelatihan dan pemberian bantuan alat pertukangan kepada pengerajin kayu.

Pelatihan dan pemberian alat pertukangan tersebut di gelar di balai desa sumber canting dan di ikuti oleh 60 tukang (pengrajin kayu).

Nurhasanah, Kepala desa Sumbercanting dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan di gelarnya acara tersebut untuk meningkatkan kualitas hasil pertukangan di desa.

“Bantuan dari pemerintah melalui kepala desa Sumbercanting ini tiada lain untuk meningkatkan kualitas hasil pertukangan itu sendiri”, ujar Nurhasanah. Selasa (5/12/17).

Lebih lanjut Nurhasanah juga mengatakan bahwa dengan perkembangan jaman maka alat pertukangan juga semakin canggih.

“Sekarang peralatan sudah canggih, kalau dulu pakek pasa, sekarang sudah pakei mesin, agar kualitas pertukangan itu sendiri lebih baik”, tambahnya.

Sementara itu, Rudi Hartono Sekretaris Desa (Sekdes) Sumber Canting dalam sambutannya mengatakan bahwa desa sudah mengajukan ijin usaha.

“Desa Sudah mengajukan ijin Usaha mebel panjenengan kepada pemerintah melalui kepala desa, kecamatan dan kantor perijinan, jadi nanti hasil pertukangan kalian tidak hanya berkutat di Sumbercanting”, ungkap pak Sekdes.

Sementara itu, dedi selaku Mabinsa menghimbau kepada semua tukang yang hadir agar menjaga alat yg di berikan.

“Makanya peralatan tukang ini di gunakan sebaik-baiknya pak, di jaga, di rawat, dan semoga di Sumber Canting ini di kenal dengan tukang-tukangnya yang hebat”, akhirnya.

Proses pembuatan PKS, Perhutani Bondowoso Survei Ke Wisata Sumbercanting


PPID (Sumbercanting)- Dalam rangka pembuatan Perjanjian Kerjasama (PKS), Perhutani Bondowoso Survei beberapa lokasi di desa Sumbercanting yang akan di jadikan objek wisata.

Ada dua objek wisata yang di survei oleh Perhutani Bondowoso di desa Sumbercanting, diantaranya Wisata Puncak Scorpio dan kraton potreh koning.

Menurut Asper Besuki, Basrowiyanto mengatakan bahwa Survei tersebut salah satu tujuannya untuk mengukur luas lahan yang akan di jadikan objek wisata.

“Ini nanti di ukur keluasannya seberapa, sehingga nanti bisa ditentukan seberapa luas wilayah perhutani yang masuk objek wisata”, ungkapnya di Puncak Scorpio. Selasa (28/11/17).

Lebih lanjut Basrowiyanto mengungkapkan letak lokasi Wisata Puncak scorpio yang berapa yang berada di desa Sumbercanting tersebut.

” ini di lokasi 12, petak A LPH kecamatan Wringin, PKBH Besuki dan KPH Bondowoso”, ungkapnya.

Sementara itu Ketua Pokdarwis Sumbercanting, Sugiyono mengatakan sangat senang dengan kedatangan Perhutani Bondowoso ke wisatanya.

“Saya sangat senang sekali karena pihak perhutani ada perhatian dan dukungan, tadi sudah banyak masukan yang di sampaikan mereka, mudah mudahan kegiatan ini menjadi awal dan langkah yang baik, dan mungkin ada dinas atau instansi yang mau membantu proses pembenaham wisata di desa sumbercanting, kami sangat berterimakasih”, tandasnya.

Gelar Pelatihan, Pokdarwis Sumbercanting Sambut Disparpora Bondowoso Dengan Seni ketepong dan Singo Ulung


PPID, (Sumbercanting) – Gelar pelatihan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)desa Sumbercanting sambut Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora)kabupaten Bondowoso dengan Seni ketepong dan atraksi Singo Ulung

Dalam pelatihan yang di gelar di balai desa Sumbercanting kecamatan Wringin tersebut, Cristian Agung, salah satu pemateri dari ketua explorer megalitikum Bondowoso, mengatakan bahwa Pokdarwis Bondowoso harus bisa memperhatikan kesejahteraannya sendiri tanpa bergantung pada dinas.
“Sebelum maju, temen-temen harus sejahtera terlebih dahulu, tapi apakah sejahteranya kawan-kawan ini harus menunggu dari Dinas, saya katakan salah kalau berfikir demikian. kita harus punya sebuah wisata yang berakar dari kehidupan kita sendiri”, kata Agung, Senin (27/11/17) sore.

Sementara itu, Arif Setyo Raharjo selaku pemateri dari Disparpora menghimbau kepada Pokdarwis Bondowoso, khususnya desa Sumbercanting agar membuat maping wisata yang ada di desa tersebut.

“Agar wisatawan yang datang ke Arak-Arak bisa tau informasi selain Arak-Arak itu apa, rencananya nanti maping ini akan kita buat besar di Arak-Arak agar pengunjung yang datang ke Arak-Arak bisa menikmati wisata apa saja yang ada disini”, jelasnya.

Di samping itu, Nurhasanah, kepala desa Sumbercanting dalam sambutannya berharap agar wisata yang ada di desa-desa se kabupaten Bondowoso bisa lebih berkembang lagi.

“Saya berharap kepada dinas Pariwisata, kerjasama dan bantuannya terutama kepala desa kami dan desa yang lainnya untuk mengembangkan wisata yang ada”, harapnya.

Pelatihan Pokdarwis tersebut dihadiri oleh dinas pariwisata, kapolsek Wringin Muspika, para peserta dari berbagai desa yang ada pariwisatanya, dan dibuka oleh pak Sugeng mewakili ketua dinas pariwisata kabupaten Bondowoso.

Ketua DPRD Bondowoso dukung Wisata baru Kraton Potreh Koning Desa Sumber Canting

PPID (Sumbercanting) – Dalam acara tasyakuran ketua DPRD Bondowoso atas prestasi Pencak Silat, Desa Sumber Canting kecamatan Wringin kabupaten Bondowoso memperkenalkan destinasi wisata alam baru yang diberi nama Kraton Potreh Koning.

Nurhasanah, kepala Desa Sumber Canting Dalam sambutannya di acara tasyakkuran prestasi pencak silat Bondowoso yang di gelar di Wisata Kraton Potreh Koning tersebut, mengatakan bahwa tujuan di adakannya acara tasyakkuran tersebut salah satunya untuk memperkenalkan Kraton Potreh koning yang berada di sebelah barat pemandangan Arak-Arak.

“Yang pertama tujuannya ialah tasyakkuran atas keberhasilan pencak silat Elang Putih yang telah membawa nama baik kabupaten Bondowoso, yang kedua perkenalan wisata alam baru yang bernama Kraton Potreh Koning”, ungkapnya. Minggu (8/10/17). Sore

Sementara itu, Ahmad Dhafir ketua DPRD kabupaten Bondowoso dalam sambutannya mengatakan akan selalu mendukung desa yang ingin mengembangkan wisata.

“Saya memang selalu memotivasi temen-temen kepala desa dan mendukung pemerintahan desa yang ingin mengembangkan objek-objek wisata di desanya, usaha apapun saya selalu memotivasi untuk pengembangan Bumdes, makanya objek wisata ini kalau mau dikembangkan di kelola oleh Badan usaha milik desa”, katanya.

Lanjut Ahmad Dhafir juga mengungkapkan bahwa dampak dari wisata baru yang ada di Sumber Canting tersebut bisa mensejahterakan rakyat.

“Dampak dari objek wisata itu sendiri akan mensejahterakan rakyatnya, Setidaknya kita bisa menciptakan pekerjaan baru, setidaknya setelah objek wisata berkembang ada warung-warung kecil yang bisa mempekerjakan masyarakatnya, bisa menambah penghasilan masyarakat”, lanjutnya.

Disamping itu, ketua DPRD Bondowoso tersebut menghimbau kepada kepala desa Sumber Canting untuk berkoordinasi dengan Perhutani Bondowoso.

“Karena ini wilayah perhutani, aset perhutani maka harus ada MOU dengan perhutani dibidang bagi hasil yang diperoleh, dan ini harus di komunikasikan. dan insyaallah jika diperlukan saya akan menyampaikan sendiri dengan ADM Perhutani Bondowoso” tutupnya.

Sumber Canting bersama Laskar GPS Gelar Sholawatan Tiap Bulan untuk Mempererat Silaturahim

PPID, (Sumbercanting.co.id) – Desa Sumber Canting kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso bersama laskar Gerakan Pecinta Sholawat (GPS) Nurul Qodir menggelar sholawatan tiap bulan untuk mempererat silaturahim antar warga.

Dalam sambutannya, Nurhasanah kepala desa Sumber Canting mengatakan pentingnya bersolawat untuk menjaga Silaturahim.

“Dengan adanya sholawatan yang di laksanakan tiap malem selasa manis ini, salah satu manfaatnya ialah menjaga silaturahim antar masyarakat”, katanya.

Lanjut, Nurhasanah di dalam sambutannya juga menghimbau kepada masyarakat desa Sumber Canting untuk berhati- hati terhadap isu PKI yang saat ini lagi marak.

“Disamping menjaga silaturahim, manfaat sholawat juga bisa sebagai tempat informasi, karena pemerintahan desa juga hadir, jadi bapak ibu juga bisa tanyak-tanyak terkait apapun, termasuk yang sekarang lagi hangat yaitu PKI, jadi harus berhati-jati”, lanjutnya.

Sementara itu, Wahyu pimpinan GPS Nurul Qodir sebelum memulai acara mengucapkan terimakasih atas suport yang dilakukan oleh pemerintahan desa.

“Saya selaku pimpinan mengucapkan terimakasih kepada kepala desa karena sudah menfasilitasi kami, baik tempat dan lain sebagainya”, ujarnya.

Dalam acara yang bertajuk ‘Sumber Canting Bersholawat’ tersebut di hadiri oleh kepala desa, perangkat desa dan puluhan masyarakat yang dengan khusuk mengikuti setiap lagu sholawatan yang di lantunkan GPS Nurul Qodir.

Kurangnya Prasarana Sekolah, Desa Sumbercanting Berikan Lemari Untuk TK dan Paud

WhatsApp Image 2017-09-14 at 12.27

PPID, (Sumbercanting) – Dalam rangka penyaluran Dana Desa (DD) tahun 2017 di sektor pendidikan, pemerintahan desa Sumber Canting memberikan sebuah lemari untuk semua Paud dan TK yang ada di Sumbercanting kecamatan Wringin kabupaten Bondowoso. Kamis,(14/09/17).

Adapun TK dan Paud se-Desa Sumbercanting yang mendapat bantuan lemari dari Pemerintahan Desa diantaranya:1. TK Hidayatut Thullab (Dusun Arak-Arak Barat) 2.Nurus Shobah (Dusun Arak-Arak Timur) 3.Tunas Bangsa (Dusun Kramat) 4.Bakti Sejahtera (Dusun Krajan) 5 Paud Nurul Jannah.(Dusun Tomangan) 6 Paud Tunas Harapan.( Dusun Semampir)

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Desa, M . Robiyanto mengatakan bahwa pemberian lemari oleh pemerintahan desa tersebut dikarenakan Pada saat kunjungan tahun lalu ke Paud dan TK setempat banyak  yang tidak memiliki lemari untuk tempat piala atau mainan siswa.

“Sektor pendidikan usia dini menjadi salah satu sektor yg kami pacu lewat pemberdayaan masyarakat. Tahun ini desa menganggarkan lemari untuk semua paud dan Tk yang ada di Sumber canting, Karena saat kami kunjungan tahun kemaren semua TK dan Paud gak ada lemarinya untuk naruk piala dan juga mainan untuk siswa. Kalo yang 2016 kami kasik speaker aktif untuk smua TK/Paud”,ungkap M Robiyanto kepada team PPID.

Wt 12.27

M. Robiyanto yang lebih akrab di panggil yayan ini juga menambahkan bahwa pemerintahan desa akan terus memantau dan membantu pendidikan yang ada di desa Sumbercanting, salah satunya dengan mengalokasikan dana dan mendata apa saja yang dibutuhkan TK dan Paud setempat.

“Tahun depan 2018 kami jg akan alokasikan barang-barang yg memang dibutuhkan oleh TK dan Paud, kami akan data apa saja yg menjadi kebutuhan biar dana tersebut tepat guna dan tepat sasaran”, ujar yayan.

Sementara itu Kepala Desa Sumbercanting, Nurhasanah mengatakan akan membangun gedung
Baru untuk mendukung proses pembelajaran.

“Insyaallah kita akan bangun gedung baru untuk mendukung proses belajar mengajar, Doakan saja agar kami selalu senantiasa mampu melayani masyarakat disemua sektor dengan dana ADD dan DD 2018. ini akan menjadi bukti keberpihakan pemerintah desa terhadap masyarakat”, harap ibu kepala desa Sumbercanting tersebut.

Sementara itu, ketua yayasan Nurus Shobah, Ahmad Junaidi mengapresiasi niat baik yang dilakukan pemerintahan desa Sumbercanting.

“Saya apresiasi bantuan tersebut karena sangat membantu kelengkapan fasilitas lembaga kami”, Tutupnya

Agar Pembangunan Tepat Sasaran, Desa Sumber Canting Gelar Musrenbang

WhatsApp Image 2017-08-29 at 23.01

PPID, (Sumbercanting) – Diharapkan agar pembangunan desa tepat sasaran, desa Sumber Canting kecamatan Wringin kabupaten Bondowoso menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), dalam rangka  Penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan (RKP Desa) yang bertempat di balai desa Sumber Canting. Selasa, (29/8/17).

Dalam Musrembang desa Sumber Canting tersebut, turut hadir ketua BPD, LPMD, Tim Kecamatan Wringin, Babinsa, Perangkat Desa, RT RW, dan semua elemen masyarakat yang sangat antusias mengikuti musyawarah tersebut.

Marcos Da Costa, Kepala Seksi (Kasi) PMD mewakili kepala Wilayah kecamatan Wringin dalam sambutannya mengatakan usulan masyarakat harus berdasarkan kebutuhan bukan keinginan sehingga pembangunan tepat sasaran.

“Usulan panjenengan itu kan dilihat, itu berdasarkan keinginan atau kebutuhan, kalo emang itu kebutuhan ayo masukkan karena itu skala prioritas, karena tidak semua usulan bapak ibu itu akan tercafer, tapi akan dipilah oleh tim RPJMDesa”, ujar Marcos di balai desa.

Marcos juga menghimbau kepada masyarakat agar menjaga program dan bantuan yang akan turun ke desa.

“Ketika bantuan itu sudah turun apapun bentuknya, masyarakat wajib untuk menjaga, merawat, karena ketika bantuan sudah turun ke dusun  dan RT masing-masing, itu tugasnya masyarakat bukan desa lagi, desa hanya mengawasi”, tambah Marcus.

WhatsApp01

Kepala desa Sumber Canting, Nurhasanah dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat bisa usul apa saja terkait pengembangan desa.

“Bapak ibu boleh usul apa saja untuk kemajuan desa, karena ini uang negara, uang pemerintah, bukan uang saya pribadi”, ujar Nurhasanah di Balai desa.

Nurhasanah juga mengharap kepada masyarakat desa Sumber Canting agar tidak salah faham apabila ada sebagian usulan yang tidak terlaksana.

“Terkait dana desa ini perlu saya luruskan agar tidak salah faham, sekilas dana desa ini besar, tetepi kalau sudah di  perinci semua baik dari gaji perangkat dan lain-lain masuk di dalamnya, belum lagi usulan dari bapak ibu semua. jadi jangan salah faham kalau tidak semua usulan akan di kerjakan”, pungkasnya.

dari pantauan PPID, Masyarakat sangat antusias mengikuti musyawarah desa sumbercanting tersebut, banyak usulan-usulan dari beberapa elemen masyarakat, diantaranya dari sektor pendidikan, kesehatan, dan masyarakat pada umumnya, yang semua usulan tersebut akan di tampung dan di pertimbangkan skala prioritasnya oleh desa

Disdikbud Bondowoso Gelar Pencarian Di Area Batu Purbakala Yang Baru Ditemukan Di Sumbercanting

bantusa

PPID, (Sumbercanting) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Bondowoso menggelar pencarian batu Purbakala di sekitar batu Sarkofagus yang baru ditemukan oleh masyarakat di hutan, tepatnya di dusun Curah Cottok desa Sumbercanting kecamatan Wringin kabupaten Bondowoso. Senin (21/8/17).

Heri Kusdarianto, Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Purbakala kabupaten Bondowoso mengungkapkan bahwa besar kemungkinan di sekitar batu purbakala jenis Sarkofagus yang baru ditemukan oleh warga tersebut masih banyak batu yang lainnya sehingga diperlukan pencarian.

“Saya yakin di sekitar sini masih banyak batu seperti ini, apalagi menurut penuturan salah satu warga tadi ada 4 disekitar sini, tapi karena berhubung hutannya sangat lebat tumbuhan liarnya jadi menyulitkan pencarian”, ungkap Heri saat ditemui PPID di hutan.

Batu purbakala jenis Sarkofagus yang sudah ditemukan oleh warga tersebut kata Heri akan dicatat, di deskripsikan dan dilaporkan ke dinas Cagar Budaya kabupaten Bondowoso.
bantusa2
“Yang pertama kita catat dulu, kita deskripsikan dulu lalu kita laporkan ke dinas Cagar Budaya, karena letaknya sangat jauh dari pemukiman penduduk untuk sementara kita usulkan juru pelihara dulu”, jelas Heri.

Heri juga menambahkan bahwa batu Purbakala jenis Bendusah dan Sarkofagus seperti yang sudah ditemukan oleh warga tersebut memang banyak di daerah Bondowoso Termasuk di kecamatan Wringin.

“Batu purbakala yang sudah tercatat di Bondowoso sudah lebih dari seribu, dan Batu seperti ini yang paling banyak di daerah Wringin, Grujukan, Maesan, Pujer, Cuman sampai saat ini belum di optimalkan sebagai objek wisata karena masyarakat masih banyak yang tidak peduli”, ungkap Heri.

Sugiyono, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Sumbercanting mengaku sangat senang karena dari dinas sejarah dan Purbakala kabupaten Bondowoso mau turun lansung untuk melihat penemuan batu purbakala tersebut.

“Saya sangat senang sekali, karena dari Dinas sangat antusias untuk datang dan melihat jenis-jenis batu purbakala disini, semoga kedepannya ada perhatian khusus karena mengingat jalan yang sulit dan jauh”, harap Sugiyono.

Dari pantauan PPID Sumbercanting di lokasi  kejadian, hasil pencarian batu purbakala oleh Disdikbud kabupaten Bondowoso dari jam 10.30 sampai 18.00 Wib menemukan jejak-jejak batu yang memang di pahat oleh manusia pada jaman dulu, dan ada batu yang mirip dengan batu Ganesa (batu gajah) yang terkubur dalam tanah

Peringati HUT RI, Warga Sumber Canting Kibarkan 2017 Bendera Di Puncak Scorpio

upacara1

PPID, (Sumbercanting) – Dalam rangka upacara kemerdekaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 72, wisata alam Puncak Scorpio desa Sumber Canting Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso Jawa Timur kibarkan 2017 Bendera merah putih. Kamis, (17/8/17).

Ketua Pokdarwis Sumber Canting, Sugiyono  mengungkapkan bahwa banyaknya bendera merah putih yang dikibarkan pada upacara kemerdekaan di wisata alam Puncak Scorpio tersebut melambangkan tahun 2017.

“Banyaknya bendera yang kami pasang di sepanjang jalan dan di atas puncak scorpio  merupakan representasi tahun 2017 yang menunjukan kemerdekaan Indonesia yang ke 72 tahun”, ungkap Sugiyono saat ditemui di atas Puncak.

Menurut Sugiyono pembuatan bendera merah putih sebanyak 2017 tersebut dibantu oleh semua perangkat desa, dan RT RW setempat.

“Pembuatannya ini dibantu oleh semua perangkat desa, jadi setiap perangkat membuat 100 buah bendera, belum lagi dari RT RW yang membantu membuatnya di rumah masing-masing. Rencananya mau memakai bendera raksasa ukuran 12×7, untuk prosesi upacaranya, tapi berhubung  tiang besinya tidak ada dan hanya memakai bambu jadi bendera pakai yang biasa”, ujarnya Sugiyono penggagas upacara di Puncak Scorpio ini.
upacara
Moh Shodik selaku Camat Wringin dalam sambutannya di sela-sela upacara kemerdekaan berharap wisata alam Puncak Scorpio yang masih baru diresmikan tersebut bisa lebih dikenal lagi oleh khalayak umum.

“Mudah-mudahan ini menjadi salah satu kegiatan yang nantinya bisa membawa dan mengangkat objek wisata ini lebih dikenal lagi oleh masyarat bondowoso dan masyarakt Indonesia pada umumnya”, ujarnya

Sementara itu, Kepala desa Sumber Canting, Nurhasanah mengatakan sangat senang karena dari semua lapisan masyarakat ikut andil dalam upacara bendera yang dilaksanakan di Puncak Scorpio tersebut.

“Saya sangat senang karena bukan hanya para pejabat pemerintahan, tetapi masyarakat dan LSM juga antusias mengikuti upacara di puncak ini, mudah-mudahan wisata ini cepat rampung, baik dari infrastruktur jalan dan sarana prasarananya, sehingga yang menikmati nanti bukan saya tapi masyarakat desa Sumbercanting itu sendiri,” jelas Nurhasanah.

Dalam upacara bendera yang di gelar di wisata baru kabupaten Bondowoso tersebut turut hadir pula Kepala desa se kecamatan Wringin, Camat, dinas Pariwisata, Dinas PMD,  Pendamping Desa, Perhutani, mahasiswa KKN Universitas Jember, ikatan mahasiswa se kecamatan Wringin, para pelajar dan masyarakat sekitar yang memenuhi Puncak Scorpio.