Lagi Asyik Berburu, Warga Sumbercanting Temukan Situs Batu Pra-Sejarah

batu

PPID, (Sumbercanting)–Lagi asyik berburu di hutan milik Perhutani Bondowoso, warga temukan situs batu pra-sejarah di dusun Curah Cottok desa Sumbercanting kecamatan Wringin kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Sabtu (12/8/17).

Menurut Sugiyono, salah satu warga yang menemukan situs batu pra-sejarah tersebut menceritakan bahwa pada awalnya ia dan teman-temannya hanya bertujuan untuk berburu binatang liar yang ada di hutan milik perhutani Bondowoso,tetapi malah menemukan Situs Batu.

“Saya waktu berburu di hutan ada warga bilang di daerah ini ada tempat untuk minumnya kuda, ternyata setelah saya datangi bukan tempat minumnya kuda melainkan batu situs peninggalan jaman dulu”, ungkap Sugiyono saat di konfirmasi pihak PPID di rumahnya.

Sugiyono yang juga ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Sumbercanting tersebut mengatakan bahwa keadaan situs tersebut tidak ada yang merawat sehingga ada bagian-bagian yang rusak.

“Panjangnya sekitar 2 meter, Bentuknya seperti situs Bendusah tapi tutupnya sudah hancur, mungkin dirusak sama orang”, lanjutnya.

Untuk sampai ke situs batu yang baru ditemukan tersebut perlu membawa perlengkapan karena berada di tengah hutan.

“Nyampeknya satu jam, rutenya lumayan sulit dan harus bawa bekal”, tambahnya.

Sugiyono berharap dengan ditemukannya situs batu tersebut dapat menambah perbendaharaan situs-situs batu di Bondowoso.

“Saya berharap penemuan ini dapat dimasukan dalam situs-situs batu peninggalan jaman dulu yang bertebaran di Bondowoso”, tutupnya.

Kades Sumbercanting Pantau hasil pembangunan Infrastruktur jalan ke plosok desa

jalan

PPID, (Sumbercanting)- Demi menjaga kualitas pembangunan infrastruktur jalan (paving), kepala desa sumbercanting, IBu Nurhasanah terjun langsung untuk memantau hasil pemasangan paving ke plosok desa yang baru saja selesai. Selasa, (8/8/2018).

Menurut Yayan salah satu perangkat desa mengatakan bahwa kepala desa sumbercanting patut dijadikan contoh bagi masyarakat desa sumbercanting.

“Kepala desa yang merakyat dan peduli wong cilik patut menjadi contoh untuk kita semua tentang kepemimpinannya, semoga beliau selalu diberi kesehatan untuk memajukan desa tercinta ini”, ujar yayan.

jalan2

Sementara itu Kepala desa Sumbercanting, ibu Nurhasanah saat di konfirmasi mengungkapkan bahwa tujuannya turun langsung ke lapangan semata-mata hanya ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakatnya khususnya pada ranah pembangunan desa.

“Untuk memantau, semata-mata hanya ingin memberikan karya terbaik selama saya menjabat menjadi kepala desa melalui pembangunan fisik seperti pavingisasi disetiap dusun dengan kualitas terbaik”, ungkap Ibu Nurhasanah.

Tidak berhenti di infrastruktur jalan saja, ibu Nurhasanah juga mempunyai mimpi membangun desa dari berbagai sektor.

“Mimpi saya, pemerataan pembangunan dari sisi infrastruktur, pemberdayaan dari sisi ekonomi, dan SDM, dan menjaga nilai- nilai kearifan lokal dari sisi adat istiadat dan budaya”, tandasnya.

Lolos Ke Babak Berikutnya, Team Scorpio akan bertemu dengan team Limusin

bola
PPID, (sumbercanting) – Langkah awal, team Scorpio Sumbercanting lolos  ke babak berikutnya di lomba Bolatik yang di adakan  oleh kecamatan Wringin dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 72 di halaman balai desa Wringin . Selasa (8/8/2017).

Pada pertandingan perdana tersebut, team perwakilan desa sumbercanting yang diberi nama Scorpio berhasil menundukkan team dari desa Jambewungu  dengan agregat (2-0).

bola 2

Setelah menang melawan team dari jambiwungu, team Scorpio akan berhadapan dengan lawan kuat, yakni team tuan rumah desa wringin yg diberi nama Limusin.

Sekretaris desa (Sekdes), Rudi Hartono yang sekaligus sebagai salah satu pemain berharap team Scorpio bisa lebih semangat lagi agar bisa menang.

“Harapan saya semoga di pertandingan selanjutnya team Scorpio lebih semangat lagi, dan dapat mengalahkan team kuat seperti Limusin, horas Scorpio”, harapnya.

Demi Memajukan wisata Puncak scorpio, Masyarakat Desa sumbercanting Gelar Kerja Bakti

11
PPID, (Sumbercanting) – Dengan semangat, Warga masyarakat desa sumbercanting melakukan kerja bakti pelebaran jalan di wisata puncak Scorpio. Jumat (4/8/2017).

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumbercanting, Sugiono mengatakan bahwa kerja bakti tersebut digelar karena keinginan warga yg ingin memperbaiki infrastruktur jalan di wisata tersebut.

“Kerja bakti ini memang keinginan dari masyarakat sekitar yg mau membantu kemajuan wisata ini”, ujar Sugiono saat ditemui di sela-sela kerja bakti.

22

Sugiono  juga menambahkan bahwa terlalu lama apabila wisata scorpio tersebut masih menunggu dana desa (DD) yg akan turun tahun 2018, sedangkan pengunjung setiap hari makin bertambah.

“Ya kita perbaiki sedikit demi sedikit dengan dibantu oleh warga, kalau masih menunggu anggaran kapan bagusnya”. Imbuhnya.

Sementara itu warga yg ikut kerja bakti saat di tanya mengatakan  senang bisa membantu memajukan desa.

“Kami senang bisa ikut kerja bakti, toh nanti yang untung dengan adanya wisata ini juga masyarakat kan” ungkap warga.

Sambut HUT RI ke 72. Mahasiswa KKN siapkan berbagai lomba di desa sumbercanting

ppiaaajka

PPID, (Sumbercanting)- Menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 72. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)dari Universitas Jember yang bekerjasama dengan kepala desa sumber canting siapkan berbagai macam lomba untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Kordinator KKN, Andzar mengatakan bahwa terkait lomba-lomba yang akan di adakan sudah banyak usulan baik dari perangkat desa, masyarakat dan mahasiswa KKN itu sendiri.

“Sudah banyak usulan mulai kemaren. Mulai dari lomba cerdas cermat antar SD di sumber canting, Bolatik Dan masih banyak lagi yang lainnya”, ungkap andzar saat di wawancarai di balai desa.

Sementara itu kepala desa Sumbercanting, Nurhasanah mengatakan sangat mendukung niat baik yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas jember tersebut, yang kebetulan bertempat di balai desa sumbercanting.

“Saya dukung, pokoknya apa yang terbaik untuk desa saya selaku kepala desa akan selalu mendukung”. Kata Nurhasanah saat di konfirmasi Via Whatsapp

Samsul bahri selaku perwakilan masyarakat dusun sumberpandan mengungkapkan bahwa dia sangat senang dengan akan diadakannya lomba agustusan tersebut.

“Saya sangat senang kalau tmen-temen KKN yg bekerjasama dengan desa bisa mengadakan lomba-lomba, apalagi lomba yang mendidik kayak cerdas cermat itu”. Ungkapnya.

Ketua DPRD Bondowoso Akan berikan Lampu Tenaga Surya Untuk Puncak Scorpio.

WhatsApp Image 2017-07-24 at 9.44

(PPID Sumbercanting) – ketua DPRD Bondowoso Ahmad dhafir dalam sambutannya di acara sholawatan di desa Sumbercanting kecamatan Wringin kabupaten Bondowoso mengatakan akan memberi bantuan 10 lampu penerangan tenaga surya untuk wisata alam Puncak Scorpio dalam waktu dekat. Senin (24/07/2017)

“Untuk penerangan jalan akan saya kasik lampu mercury tenaga surya sekitar 10 titik pada bulan 9 atau 10” ujar Ahmad Dhafir Dalam sambutannya di atas puncak.

Ahmad Dhafir juga mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Bondowoso lewat Disparpora akan mendukung agar Puncak Scorpio bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata baru sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli desa, dan memberikan dampak positif untuk masyarakat sekitar.

Di sisi lain Nurhasanah kepala desa Sumbercanting berharap dengan adanya puncak Scorpio bisa meningkatkan perekonomian desa.
“Semoga dengan adanya sumbercanting bersholawat di wisata alam puncak Scorpio ini dapat bermanfaat untuk menunjang perekonomian kedepan”, harapnya.

Turut hadir camat Wringin, Dinas Perhutani, Polsek, Danramil, mahasiswa KKN Universitas Jember, perangkat desa dan masyarakat sekitar dalam acara yang diberi tema “Sumbercanting bersolawat di puncak Scorpio” mulai pukul 19.00 – 21.00 Wib tersebut. (Nuryasit)

Menteri Desa Resmikan program SAID Bondowoso di UNEJ

Menteri Desa Hadiri Sarasehan Desa di Unej
Sekaligus Resmikan program SAID Bondowoso

JEMBER – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dipastikan hadir dalam acara Sarasehan di Gedung Soetardjo Universitas Jember (Unej) hari ini (10/7). Menteri Desa Eko Putro pemateri utama dalam sarasehan dengan tema Membangun Sinergitas Perguruan Tinggi dalam Mendukung Kemandirian Desa tersebut.
Menteri Desa Eko Putro juga akan meresmikan program Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) Bondowoso yang dikembangkan Unej. Pagi pukul 09.00 Menteri Desa Eko Putro dijadwalkan mengisi Sarasehan Desa. Launching SAID dan pemberian penghargaan desa juara di Jember sebelum arahan Menteri Desa pada Sarasehan Desa di Unej. Satu hari berikutnya, 11 Juli 2017 aman melepas 2.200 mahasiswa KKN Unej gelombang II Periode 2017/2018.
Kabag Humas dan Protokol Unej Drs Agung Purwanto MSi menyatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo telah dikonfirmasi kehadirannya di Jember. “Sampai konformasi kami terkahir, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo hadir di Jember,” kata Agung Purwanto.
Unej telah mengembangkan program SAID sebagai cyber village di Bondowoso. “Ini bagian dari membangun negeri,” imbuh Dosen Fisip Unej tersebut. Unej melalui Program Universitas Membangun Desa (UMD) telah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mewujudkan SAID. Jika sebelumnya hanya ada 10 desa yang sudah menerapkan SAID, rencananya jumlah ini bakal bertambah.
Sehingga Unej telah meng-upload data SAID untuk 219 desa atau seluruh desa di Bondowoso namun yg siap beroperasi 82 desa. 137 desa lainnya menunggu tersedianya jaringan internet. Jadi ini masalah non teknis yg datang dari pihak operator penyedia jasaSelain dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, pemateri dalam sarasehan yang bakal hadir adalah perwakilan Pemrpov Jawa Timur, Kedubes Australia, dan tuan rumah Universitas Jember.
Menurut Rektor Unej Moh Hasan menegaskan Universitas Jember memiliki komitmen membantu Pemkab Bondowoso mewujudkan SAID. Itu tidak lepas dari keberhasilan Program UMD di sepuluh desa di Kecamatan Wringin dan Cermee sejak tahun lalu hingga sekarang. Kegiatan itu dikemas dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata Tematik UMD.
Dalam praktiknya, Unej menerjunkan sepuluh mahasiswa di setiap desa dengan motor penggerak para mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi informasi. Misalnya, dari Program Studi Sistem Informasi. Para mahasiswa inilah yang menggali dan mengumpulkan data hingga memunculkan potensi desa. Mereka juga melatih perangkat dan warga desa agar mampu menerapkan SAID. Rektor UNEJ menjelaskan, “Alhamdulillah, program UMD yang dilaksanakan oleh Universitas Jember di sepuluh desa dinilai berhasil”.
Untuk diketahui, program UMD Universitas Jember mendapatkan sokongan dana dari pemerintah Australia melalui Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak). Kompak merupakan organisasi kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia dalam mendukung program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar seperti kesehatan, dan pendidikan. Kompak juga mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa dan pengembangan potensi ekonomi kreatif desa.
Keberhasilan Universitas Jember mengelola Program UMD, antara lain, tampak dari mulai munculnya inisiatif beberapa desa untuk menggali potensi desanya masing-masing, selain tentunya meningkatkan mutu layanan pemerintah desa. “Salah satu contohnya Desa Glingseran di Kecamatan Wringin yang kini berstatus desa wisata dengan destinasi wisata unggulan berupa mata air Dewi Rengganis. Keberhasilan tersebut bermula dari penerapan SAID, yang mampu menemukan dan mengembangkan potensi desa,” ungkap Hasan.
Bahkan, menurut dia, tiga perguruan tinggi yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung telah belajar mengenai pelaksanaan Program UMD Universitas Jember pada bulan Mei lalu.
Untuk mencapai target penerapan SAID di Bondowoso, Universitas Jember akan menerjunkan 520 mahasiswa yang bakal menjalani program KKN Tematik UMD di Bondowoso. Para mahasiswa tersebut adalah sebagian dari 2.200 mahasiswa Universitas Jember yang mengikuti program KKN.
Anwar, Asisten I Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember menambahkan pelatihan itu merupakan kelanjutan dari keberhasilan pelaksanaan SAID di sepuluh desa yang ada di Kecamatan Wringin dan Cermee.
“Kami sudah membina SAID di sepuluh desa melibatkan mahasiswa KKN. Pemkab Bondowoso ingin mengaplikasikannya pada seluruh desa,” jelasnya. Sebab, beberapa desa yang sudah menerapkan SIAD sudah memunculkan potensinya, seperti wanawisata Rengganis di Desa Glingseran Kecamatan Wringin.
Sementara itu, menurut pejabat Pemkab Bondowoso Agung Tri Handono, Pemkab Bondowoso dalam waktu dekat bakal mengirimkan para kepala desa dan operator SAID untuk belajar di kampus Tegalboto. “Harapannya, secara bertahap seluruh desa di Bondowoso bakal menerapkan program SAID,” katanya, yang hadir didampingi kepala Bappeda Bondowoso. (kl/aro)